Wakil Rektor III Dr H Jamaluddin MA dihadang pengunjuk rasa karena tidak mau memberikan pernyataan namun akhirnya Jamaluddin memberikan pernyataan setelah dipaksa

 

Wakil Rektor III Dr H Jamaluddin MA (pake baju batik naik sepeda motor) dihadang pengunjuk rasa karena tidak mau memberikan pernyataan namun akhirnya Jamaluddin memberikan pernyataan setelah dipaksa

MEDAN (suaramahardika ) : Puluhan Alumni dan Mahasiswa Universitas Al-Washliyah (Univa) Sumatera utara melakukan aksi unjuk rasa di depan Biro Rektor Univa ,Senin (13/2/2017) .Dalam orasinya mereka meminta kepada Rektor untuk menjelaskan keberadaan ijazah yang sempat diisukan hilang .

Hampir setengah jam berorasi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr H Jamaluddin MA tiba-tiba keluar namun bukan untuk menanggapi aspirasi mahasiswa melainkan menghindar dan akan beranjak pulang.Akibatnya mahasiswa yang berorasi menghadang dan meminta agar Djamaluddin memberikan pernyataan.

Dalam pernyataan Djamaluddin menegaskan dirinya tidak berhak memberikan pernyataan sebab itu kewenangan rektor.” Saya tidak ada kewenangan memberikan keterangan, yang berhak memberikan keterangan adalah rektor,” kata Djamaluddin sambil diteriaki massa yang tidak puas dengan pernyataan Djamal.

Staf Biro Rektor Univa Muhammad Ikbal memberikan pernyataan kepada pengunjuk rasa terkait keberadaan ijazah yang diisukan hilang

Selanjutnya massa melakukan aksi kembali ke biro rektor untuk meminta keterangan dan akhirnya diterima oelh salah seorang staf bernama Muhammad Iqbal. Iqbal dalam pernyataannya menegaskan bahwa Ijazah yang diisukan hilang ternyata tidak hilang dan pihak penyidik Poldasu sudah melakukan penyelidikan ke Biro rektor untuk melihat langsung keberadaan ijazah.

” Ada yang memfitnah saya dengan melaporkan saya ke Poldasu dengan alasan penghilangan Ijazah padahal ijazah itu tidak hilang. 100 ijazah yang diisukan hilang saat ini sudah disita oleh pihak penyidik Poldasu sebagai barang bukti.Saya difitnah oleh oknum staf di Biro rektor juga berinisial SRD .Apa yang dilakukan oleh SRD akan saya laporkan balik ke Polda Sumut,” kata Ikbal.

Ikbal menyampaikan bahwa dirinya Senin (13/2/2017) sudah diperiksa penyidik terkait laporan SRD yang menyatakan adanya Ijazah hilang namun setelah diperiksa oleh penyidik Poldasu ijazah tersebut tidak hilang dan sudah disita oleh penyidik Poldasu sebagai barang bukti.

Usai mendapatkan pernyataan Iqbal massa akhirnya membubarkan diri dan berjanji akan melakukan aksi kembali sampai kasus ijazah ini segera selesai. (bm-4)