Berita  

Sosialisasi di Medan Marelan PDAM Tirtanadi Jangan Sampai Dikelola Swasta

Di Medan Marelan Masyarakat Minta PDAM Tirtanadi Jangan Dikelola Swasta , Selasa (11/4/2017)

MEDAN (suaramahardika)

Masyarakat di Kota Medan khususnya di Kecamatan Medan Marelan berharap agar pengelolaan air untuk kebutuhan hajat hidup orang banyak tetap dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi dan jangan sampai dikelola oleh perusahaan swasta.

“Sebab dengan dikelola oleh pemerintah daerah melalui PDAM Tirtanadi, maka masyarakat akan tetap bisa menikmati air bersih dengan harga yang murah. Tentu akan berbeda jika pengelolaan air untuk hajat hidup orang banyak dilakukan oleh swasta,” kata Camat Medan Marelan Parlindungan Nasution, Selasa (11/4/2017).

Hal itu dikemukakannya di hadapan puluhan pelanggan PDAM Tirtanadi saat memberikan kata sambutan di acara Sambung Rasa Pelanggan dalam rangka “Sosialiasi Penyesuaian Tarif Air Minum” yang diselenggarakan PDAM Tirtanadi di Aula Kantor Kecamatan Medan Marelan.

Menurutnya air sebagai sumber kebutuhan utama hidup masyarakat harus sepenuhnya dikuasai dan dikelola oleh pemerintah agar tetap dapat dimanfaatkan dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33 ayat 3 yang berbunyi “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai sepenuhnya oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.”

“Karena itu kita berharap agar pengelolaan air ini tetap dilakukan oleh pemerintah dan semoga PDAM Tirtanadi akan terus dikelola oleh pemerintah agar air tetap bisa harganya lebih murah. Jika PDAM Tirtanadi sampai dikelola swasta, maka masyarakat tidak akan bisa lagi menikmati air dengan harga yang murah. Sebab namanya perusahaan swasta tentu hanya akan memikirkan bagaimana mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Mereka akan membuat tarif air dengan harga yang mahal,” jelas Parlindungan.

Dalam kesempatan itu Parlindungan menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada PDAM Tirtanadi yang menyelenggarakan sambung rasa pelanggan sekaligus sosialisasi kenaikan tarif air kepada masyarakat pelanggan di wilayahnya.

Menurutnya masyarakat juga perlu mengetahui dan memahami bagaimana pengelolaan air yang dilakukan pemerintah melalui PDAM Tirtanadi agar masyarakat bisa memanfaatkan air itu dengan sebaik-baiknya.

“Apalagi kita ketahui di berbagai belahan dunia saat ini air menjadi sumber permasalahan dan mengalami krisis. Sementara di daerah kita air relatif masih mudah diperoleh sehingga hal ini sepatutnya harus selalu kita syukuri,” ujarnya.

Hal senada dilontarkan Abdul Hakim Siagian, staf pengajar dari USU dan UMSU yang menjadi salah seorang narasumber dalam acara itu. Dia mengaku sangat setuju PDAM sebagai badan usaha yang melayani penyediaan air bersih untuk kebutuhan hidup masyarakat harus tetap dikelola oleh pemerintah dan tidak boleh diserahkan ke swasta.

Dia menegaskan bahwa sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33 tersebut, khususnya terkait dengan masalah air bersih kebutuhan hidup rakyatnya, pemerintah memang sudah seharusnya bertanggung jawab untuk mengelola dan menyediakannya.

“Namun kita juga harus paham dengan kondisi pemerintah kita yang terbatas anggarannya sehingga tanggung jawab itu tidak bisa sepenuhnya dilaksanakan dan untuk itu pemerintah tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari kita selaku masyarakat,” jelas Hakim.

Oleh sebab itu ia berharap melalui pertemuan ini dapat menyatukan persepsi antara PDAM Tirtanadi dengan masyarakat pelanggannya. Dengan begitu ke depan diharapkan PDAM Tirtanadi dapat semakin meningkat pelayannya dan masyarakat bisa semakin terlayani kebutuhan air bersih yang menjadi kebutuhannya, tentu dengan tarif atau harga yang murah.

“Jadi dalam pertemuan ini sampaikan saja apa-apa yang menjadi keluhan dan harapan bapak-ibu kepada PDAM Tirtanadi, tapi sebaliknya, pertimbangkan juga apa yang menjadi problematika PDAM Tirtanadi yang perlu dukungan dari kita semua untuk ikut membantu mengatasinya. Mari kita dukung PDAM Tirtanadi agar semakin meningkat kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanannya. Selain itu, mari kita juga harus selalu menghemat air karena kita harus sadar bahwa ketersediaan air ini semakin lama akan semakin habis,” imbaunya.

Sementara itu Ketua Tim Sosialisasi Kenaikan Tarif Air Zulkifli Lubis memaparkan kondisi PDAM Tirtanadi. Menurutnya meski PDAM Tirtanadi merupakan badan usaha milik Pemprovsu, perusahaannya tetap membuka diri untuk juga bisa dimiliki pemkab/pemko dengan cara turut memberikan penyertaan modal.

PDAM Tirtanadi butuh Rp1,8 triliun lagi untuk membangun berbagai infrastruktur agar pelayanannya bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat utamanya di wilayah perkotaan. Antara lain untuk membangunsejumlah IPA baru, uprating IPA untuk meningkatkan debit air, membangun jaringan perpipaan, dan sebagainya.

“Saat diproses di instalasi pengolahan, air yang kita hasilkan itu sebenarnya layak minum. Namun dalam proses pendistribusiannya inilah yang kerap terjadi masalah. Kita punya ribuan kilometer pipa dan secara berkala harus dirawat dan dibersihkan. Seperti dari IPA Hamparan Perak yang memasok air bersih ke wilayah Medan Marelan ini, minimal setahun sekali harus kita cuci pipanya. Saat itulah air yang sampai ke rumah pelanggan kondisinya menjadi kotor. Kotornya air yang sampai ke rumah pelanggan ini juga kerap terjadi karena kebocoran pipa, dan banyak penyebab lainnya,” jelasnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai keluhan dan harapannya kepada PDAM Tirtanadi, mulai dari masalah kualitas air yang belum sepenuhnya bersih, air masih sering macet, tagihan rekening air yang tiba-tiba membengkak, biaya pasang baru yang dinilai masih mahal dan tidak seragam, dan lain sebagainya.

Namun secara umum, masyarakat pelanggan yang hadir mengikuti sosialisasi tersebut dapat memahami dan memaklumi keinginan PDAM Tirtanadi memberlakukan penyesuaian tarif.

Seperti disampaikan Ahmadi, tokoh masyarakat warga Jalan Kapten Rahmad Buddin, mengatakan bahwa masyarakat akan mendukung kenaikan tarif air sepanjang tidak memberatkan masyarakat. Namun masyarakat juga sangat mengharapkan agar PDAM Tirtanadi dapat terus meningkatkan pelayanannya.

Turut hadir dalam acara sosialisasi itu Kepala Divisi SIM PDAM Tirtanadi Cece Harahap, Kepala PDAM Tirtanadi Cabang Medan Labuhan Asri Hasran Ritonga, dan Ahmad Rivai Parinduri dari komunitas masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.(bm-04)