PAB
MEDAN (suaramahardika) :SMK Swasta Perkumpulan Amal Bakti (PAB) 2 Helvetia, ditunjuk sebagai salah satu SMK rujukan nasional untuk bidang bisnis manajemen.

Kepala Sekolah SMK Swasta PAB 2 Helvetia,  Achmad Nasution menuturkan, sekolah kejuruan yang dipimpinnya merupakan satu dari 84 SMK yang ditunjuk sebagai wakil Sumut.

Menurutnya, sekolah ini dipilih sebagai salah satu SMK rujukan lantaran memiliki fasilitas gedung dan jumlah siswa yang sesuai.

“Penetapan ini dilakukan pemerintah agar setiap SMK tidak seperti rumput dipadang yang luas, tidak ada yang muncul di permukaan. Harus ada SMK yang muncul menjadi yang terbaik, dan SMK rujukan bisa menjadi salah satu yang muncul,” katanya di Medan, Senin (6/6/2016).

Selain itu, lanjutnya, SMK ini bisa menjadi barometer percontohan di sekolah binaannya. Yakni anggota sub rayon 04 yang terdiri dari SMK Swasta PAB 1, PAB 2, PAB 5, PAB 4, Bayu Pertiwi 1, Bayu Pertiwi 2, Bayu Pertiwi 3, Al Washliyah, Eka Huda dan Antasari.

Dituturkan Achmad, meski SMK PAB 2 Helvetia berada di Deliserdang, namun siswa yang masuk ke sekolah ini 80% berasal dari kota Medan. Sistem pembelajaran yang diterapkan, imbuhnya, lebih banyak kegiatan praktek dibandingkan teori.

Tahun pelajaran 2015/2016, sekolah ini juga ditunjuk sebagai penyelenggara Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dengan jumlah komputer sebanyak 102.

“Hasil UNBK siswa lulusan tahun ini cukup baik, dengan rata-rata 7. Masih di atas ketentuan yang 5,5,” terang dia.

Selain itu, tutur Achmad, sekolah juga sudah mendapatkan penghargaan pendidikan dari UNESCO. Juga sudah mengantongi sertifikat ISO 9001:2008, yang berarti memiliki kualitas manajemen pendidikan yang baik.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Tinggi (Kabid Dikmenti) Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut, August Sinaga membenarkan SMK PAB 2 Helvetia menjadi salah satu SMK Rujukan Nasional di Sumut. Katanya keputusan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini, dimuat dalam penetapan yang disahkan April lalu.

Menurutnya, SMK Rujukan adalah SMK yang dapat dijadikan SMK yang dapat dijadikan sebagai rujukan bagi SMK disekitarnya dalam mempercepat terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan (SNP).

“Diharapkan setiap sekolah rujukan memiliki minimal tiga SMK aliansi yang memiliki paket keahlian yang sama,  yang nantinya dapat berkembang dan menjadi SMK rujukan,” terangnya.

Dengan begitu, SMK dapat mendukung program peningkatan akses, ketersediaan, keterjangkauan, dan pemerataan kesempatan belajar di SMK. (bm2)