Share :

ASAHAN (suaramahardika.co.id)- Aksi kedua pelaku Pencurian Sepeda Motor ( Curanmor ) yang selama ini meresahkan masyarakat Kabupaten Asahan, Batubara dan Kodya Tanjung Balai, berhasil dihentikan sepasukan Polisi dari Polres Asahan.

Mulyadi alias Muli (35) warga Kecamatan Simpang Empat dan rekannya Sandra Hari alias Petot (35) warga  Kecamatan Kisaran Timur diringkus tim gabungan Unit Jahtanras Polres Asahan dibantu Reskrim Polsek Kisaran Kota dari dua lokasi berbeda.

Info dihimpun, pengungkapan kasus tersebut berawal penangkapan terhadap pelaku Sandra alias Petot saat akan melakukan pencurian sepeda motor di salah satu Mesjid di Kelurahan Sidomukti, Selasa (19/5/20) sekira pukul 05.30 WIB.

Pelaku diamankan Jamaah Mesjid dibantu salah seorang personil Unit Jahtanras Satreskrim Polres Asahan. Saat itu pelaku sudah berhasil merusak kunci kontak sepeda motor menggunakan Kunci T.

“Iya benar, kemaren subuh. Usai diamankan, pelaku langsung dibawa ke Polres. Hasil dari interogasi, pelaku mengaku melakukan aksinya bersama rekannya bernama Muli, yang saat itu berhasil melarikan diri,” ujar Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK melalui Kasat Reskrim AKP Rizky Adrian Lubis SIK, dikonfirmasi wartawan, Rabu (20/5/2020) sekira pukul 20.40 WIB.

Lanjut mantan Wakapolsek Medan Timur ini, dari hasil pengakuan pelaku Petot, pihaknya langsung melakukan penyelidikan terkait keberadaan pelaku Muli, yang diakui Petot, sering berada di sekitarn Kota Kisaran.

Benar saja, sekira pukul 16.10 WIB, sore tadi, pelaku Petot terlihat berada di sekitaran Jalan Sei Kopas Kelurahan Sendang Sari Kecamatan Kisaran Barat.

Tak mau buruannya kabur, tim gabungan dari Unit Jahtanras dibantu Opsnal Polsek Kota dipimpin Ipda Mulyoto SH langsung menuju lokasi.

“Pelaku berhasil diringkus saat melintas mengendarai sepeda motor Honda Beat warna Hitam. Saat itu pelaku langsung kita bawa ke Komando. Namun saat kita lakukan pengembangan, kedua pelaku ini coba melawan dan mau larikan diri. Jadi terpaksa kita lakukan tindakan tegas terukur,” aku Rizky.

Dari pengakuan kedua pelaku, ungkap Rizky, keduanya telah beraksi di 23 titik di Wilayah Hukum Polres Asahan, Batubara dan Tanjung Balai, sepanjang tahun 2019 hingga 2020.

Adapun ke 23 titik tersebut yakni :

1. TKP : Sei alim hasak Kec. Air batu kab. Asahan. Kejadian sekira bulan Mei 2019.

2. TKP : Simpang Empat. Kejadian sekira bulan Juni 2019.

3. TKP : RSU Bunda Mulia terminal kota madya Kisara. Kejadian sekira bulan Januari 2020.

4. TKP : rumah susun kota kisaran. Kejadian sekira bulan Juli 2019.

5. TKP : RSU Wirahusada Kota Kisaran.

Kejadian sekira bulan Mei 2019.

6. TKP : Irian Super Market Kota Kisaran. Kejadian sekira bulan Juli 2019.

7. TKP : RSU Setio Husodo. Kejadian sekira bulan Agustus 2019.

8. TKP : Pajak Air Joman. Kejadian sekira bulan Mei 2020.

9. TKP : Desa Tasik Air Joman. Kejadian sekira bulan Juli 2019.

10. TKP  : Mesjid Babussalam Kota Kisaran. Kejadian sekira bulan Mei 2020.

11. TKP : Sidomukti. Kejadian sekira bulan September 2019.

12. TKP  : Bahung Sibatu Batu Kec. Air Batu. Kejadian sekira bulan Oktober 2019.

13. TKP : Danau Sijabut. Kejadian sekira bulan September 2019.

14. TKP : Desa Sidokeno Kel. Sidodadi. Kejadian sekira bulan Desember 2019.

15. TKP : Tinggi Raja / Danau Buatan. Kejadian sekira bulan Januari 2020.

16. TKP : Pajak Kartini. Kejadian sekira bulan Desember 2019.

17. TKP : Desa Lubuk Palas Kec. Air Joman Kejadian sekira bulan Oktober 2019.

18. TKP : Hotel Sorake Kab. Batubara. Kejadian sekira bulan Desember 2019.

19. TKP : Jl. Baru Kota Tanjung Balai. Kejadian sekira bulan Februari 2020.

20. TKP : Pajak MTQ Kota Tanjung Balai. Kejadian sekira bulan Februari 2020.

21. TKP : Pajak MTQ Kota Tanjung Balai. Kejadian sekira bulan Maret 2020.

22. TKP : Bahung Sibatu Batu. Kejadian  sekira bulan Februari 2020.

23. TKP : Kampung Tempel Desa Sei lama. Kejadian sekira bulan Maret 2020.

“Dari pengembangan yang kita lakukan, kita berhasil mengamankan barang bukti sepeda motor sebanyak 25 unit. Saat ini kita lagi melakukan pencarian keberadaan barang bukti yang diakui para pelaku sudah sempat dijual. Bagi masyarakat yang merasa pernah kehilangan sepeda motor di 23 titik tadi, kita minta untuk datang ke Polres,” akhir Rizky melalui pesan WhatsApp.ind


Share :