-ramlan-zuhair-pulungan-

-ramlan-zuhair-pulungan-
-ramlan-zuhair-pulungan-

Meraih prestasi bukan untuk dibanggakan kepada orang lain. Namun, yang paling penting adalah untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Hal inilah yang menjadi tujuan Ramlan Zuhair Pulungan, mahasiswa semester 7 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) ini berjuang untuk meraih prestasi diluar bidang akademik yang ia geluti.

Pria kelahiran Medan, 21 Februari 1996 ini menyabet berbagai prestasi diusia mudanya. Diantaranya, prestasi akademik (IPK) mahasiswa yang mencakup karya tulis ilmiah, keahlian, dan presentasi bahasa Inggris membuat ia berhasil meraihi juara 3 mahasiswa berprestasi tingkat USU tahun 2015 lalu. Selain itu, berbagai prestasi diluar akademik ia sabet. Diantaranya, best participant Asean Youtex 2016 di Malaysia Singapore, Selected Commettee Youtex Thailand Program, Asia Student Summit 2016 di Malaysia, Youtex Japan Program dan juara 3 National Bussinerss Plan Competitition tahun 2015. Bahkan, ia juga meraih juara dbidang keagamaan yakni, juara 1 pada MTQ USU cabang debat bahasa Inggris kandungan Al-Qur’an tahun 2015  silam.

Namun, prestasi yang ia sabet itu bukan semata-mata untuk dibangga-banggakan kepada orang lain. Melainkan untuk menjadi motivasi bagi dirinya sendiri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Dan, yang terpenting ingin berusaha keluar dari zona nyaman. Karena baginya, hasil itu terasa lebih nikmat ketika ada perjuangan dan pengorbanan dalam mencapai apa yang ditujunya.

“Sayakan mahasiswa kedokteran, tentunya saya ingin menjadi dokter. Tapi, saya tidak ingin semata-mata hanya ingin menjadi dokter yang biasa saja. Namun, saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik dari apa yang sudah saya perjuangankan. Walaupun nantinya saya berprofesi sebagai dokter, tapi saya akan terus berusaha menjadi dai yang bisa bermanfaat dan juga memberikan motivasi kepada orang lain agar lebih mudah untuk melakukan hal-hal yang baik dan meninggalkan hal yang tidak baik,”kata Ramlan kepada Mahardika, kemarin.

Karena bagi anak kedua dari lima bersaudara ini, seorang dokter akan mendapatkan kebaikan yang lebih jika dia dapat memotivasi pasiennya untuk melakukan hal hal baik, bisa  membantu mereka mencegah terserang dari berbagai  penyakit dan berusaha agar pasiennya mengerti cara untuk menjaga kesehatan, bukan hanya sekedar berusaha menyembuhkannya.

“Karena sesungguhnya yang menyembuhkan penyakit itu Allah, bukan dokter. Dokter hanya sebagai perantara Tuhan dalam proses menyembuhkan penyakit makhlukNya. Oleh karena itu, saya ingin menjadi dai yang memberikan motivasi kepada pasien. Karena, pada dasarnya setiap muslim yang dilahirkan didunia ini adalah seorang dai, walaupun profesinya berbeda,”ujarnya.

Calon dokter yang mengidolakan dr. Gamal Albinsaid dan dr. Ibrahim Elfilky ini tidak hanya menekuni ilmu kedokteran saja. Namun, untuk mewujudkan cita-citanya sebagai dai dan motivator yang berprofesi sebagai dokter, Rampan juga mendalami ilmu public speaking secara otodidak. Dari kemampuannya dibidang public speaking itu, ia sering diminta untuk menjadi MC  mulai dari acara kampus maupun acara luar kampus, mulai dari tingkat fakutas sampai tingkat internasional di Thailand dan juga beberapa acara kuliah tamu dari luar negeri. Bahkan, juga beberapa kali diundang jadi pemateri , narasumber, atau pembicara baik itu seminar motivasi, talkshow di bidang akademik maupun kepemimpinan.

“Saya menyukai public speaking sejak SD, karena dari kecil memang suka ngomong, sering bertanya dan suka menyampaikan ide yang ada dipikiran ke orang lain. Sejak SD, saya juga sering tampil didepan banyak orang, mulai dari beryanyi, berpuisi dan darama. Mungkin, kebiasaan dari kecil yang membawa saya sampai sekarang suka tampil,”kata Ramlan yang pernah mendapat beasiswa dari Republik Federal Jerman melalui lembaga GOETHE INSTITUT, untuk mengikuti workshop tentang Jurnalistik di Bangkok, Thialand selama 1 minggu ini.(bm-3)