Share :

ASAHAN (suaramahardika.co.id) – Sebanyak 48 Desa Dari 177 Desa di Kabupaten Asahan, belum ikut dan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Bupati Asahan pun meminta agar Desa yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk segera mendaftar.

“Atasnama Bupati, saya minta Desa yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk segera mendaftar. Program ini wajib diikuti,”tegas Asisten I Pemkab Asahan, Jhon Hardi Nasution mewakili Bupati Asahan kepada Kades dalam acara  rapat koordinasi tentang laporan evakuasi kepesertaan perangkat Desa se Kabupaten Asahan, Senin (09/03/2020) di aula Melati Pemkab setempat.

Untuk memperluas kepesertaan dan menerima manfaat program jaminan perlindungan sosial, Jhon menyatakan bahwa Pemkab sudah melakukan kerja sama dengan BPJS ketenagakerjaan Kisaran dan telah mengeluarkan peraturan Bupati no 43 tahun 2018 tentang kewajiban kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan publik.

“Saya berharap dengan rapat evaluasi yang dilakukan bisa memberikan pemahaman kepada seluruh kades serta dapat melindungi dan mensejahterakan masyarakat,” sebut Jhon.

Sementara itu, Kepala cabang BPJS Ketenagakerjaan Asahan, Moch Faisal berharap dengan rapat tersebut akan banyak perangkat Desa yang sadar betapa pentingnya jaminan perlindungan sosial tergabung dalam layanan kepesertaan di BPJS ketenagakerjaan atau sering disebutkan BPJAMSOSTEK.

“Iuran untuk pekerja informal sangat terjangkau. Cuma Rp16.800 per bulan. Sementara manfaatnya besar dan kini kenaikan manfaat jaminan kematian yang sebelumnya Rp. 24 juta sekarang menjadi Rp. 42 juta,” ungkap Faisal.

Kegiatan dirangkai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Pemkab Asahan dan kepada dinas PM PTSP serta penyerahan klaim kepada ahli waris kepala dusun sei Kamah I, Kecamatan Sei Dadap.(Ind)


Share :