MEDAN (suaramahardika.co.id)- Lambannya pembagian Jasa Produksi (Jaspro) 2019 (Pembagian laba tahun 2018) dinilai bukan kesalahan dari manajemen PDAM Tirtanadi melainkan karena belum keluarnya hasil audit laporan keuangan Tahun 2018, karena adanya kasus dugaan korupsi di Cabang Deli Serdang yang kini tengah diusut oleh Kejari Lubuk Pakam.

“Biasanya Jaspro dibagikan pada bulan April atau Mei tahun berjalan. Namun pada tahun 2019 ini baru bisa dibagikan pada bulan Oktober 2019,” kata salah seorang pegawai PDAM Tirtanadi yang namanya tidak ingin disebutkan, Rabu (9/10/2019).

“Saya bukan mau membela Manajemen PDAM Tirtanadi tapi saya mau hal ini didudukkan dengan benar, jangan menyalahkan orang terus, kita harus tahu duduk persoalaannya dimana,” katanya

Saya juga menyesalkan teman-teman pegawai PDAM Tirtanadi yang terkesan terlalu rajin membicarakan masalah internal PDAM Tirtanadi ke pihak eksternal, bahkan sampai memberikan data ke pihak eksternal.

“ini kan periuk nasi kita masa kita kotori. kalau memang ada uneg-uneg kan bisa dikomunikasikan kepada atasan masing-masing, kalo dah buntu bisa ke dewan pengawas kok mesti ngadu ke luar ?

Saya berharap seluruh pegawai PDAM Tirtanadi solid menjaga perusahaan ini dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan jangn cuma bisa menyalahkan orang lain saja.

“Mari kita koreksi diri kita juga apakah kita sudah pantas menerima apa yang diberikan perusahaan kepada kita selama ini dengan apa yang sudah kita lakukan melayani masyarakat,” ujarnya . sm-04