MEDAN (suaramahardika.co.id) : Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Babubara menyambut baik Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019 yang digelar akan 7-13 Oktober 2019 oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, di Istora Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta. Masyarakat Batubara, khususnya para guru, sekolah, praktisi pendidikan, seniman dan budayawan dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat positif, kami sangat menyambut baik. Karena itu, kami berharap bagi masyarakat, khususnya para guru, seniman dan budayawan dapat berpartisipasi dan meramaikan kegiatan tersebut,” ujar Plt Kepala Disdik Babubara Ilyas Sitorus, lewat telepon seluler, di sela-sela kegiatannya, di Kantor Kemendikbud di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Dikatakannya, berdasarkan surat undangan dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, tertanggal 30 September 2019, yang diterimanya, PKN merupakan platform aksi bersama sebagai interaksi seluruh unsur kebudayaan untuk melahirkan ruang-ruang keragaman berekspresi, dialog antar budaya, serta inisiatif dan partisipasi inovatif.

Kata Ilyas, kegiatan yang mengusung tema “Ruang Bersama Indonesia Bahagia” akan diisi berbagai acara dan pertunjukan. Antara lain, kompetisi permainan rakyat berbasis Objek Pemajuan Kebudayaan dari daerah hingga pusat. Akan melibatkan banyak pihak mulai dari provinsi hingga ke sekolah-sekolah, dengan sejumlah permainan rakyat yang dilombakan.

“Informasinya, ada lima kegiatan utama dalam penyelenggaraan PKN ini, yaitu kompetisi permainan rakyat, konferensi pemajuan kebudayaan, eksibisi kebudayaan, pergelaran karya budaya bangsa, dan pawai budaya,” ujar Ilyas.

Untuk eksebisi kebudayaan, akan menampilkan Kekayaan Budaya 34 Provinsi, Intervensi Kementerian/Lembaga dalam Pemajuan Kebudayaan, Wastra Nusantara, Warisan Budaya Tak Benda, Warisan Dunia, hingga desa percontohan Pemajuan Kebudayaan.

Selain itu, kata Ilyas, kabarnya juga akan ada pawai budaya menjadi kegiatan utama, yang dinanti karena akan diikuti oleh 10.000 peserta, dan menampilkan Ritus Nyawiji, Suara Anak Bangsa dan Rampak Nusantara (640 GSMS), 200 Penari Indonesia Permai, dan Variasi Baris berbaris.sm-05