MEDAN (suaramahardika.co.id)– Hari Raya Idul Adha 1441 H Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), menyembelih 10 ekor hewan kurban berupa 5 ekor lembu dan 5 ekor kambing. Dari seluruh hewan kurban itu dihasilkan 450 bungkus daging/tulang. Terdiri Daging/tulang lembu 320 bungkus dan sisanya daging/tulang Kambing 130 bungkus.sebanyak Sabtu (1/8/2020).

Ketua PWI Sumut H. Hermansjah SE didampingi Sekretaris Edward Thahir dan sejumlah unsur pengurus lainnya menyaksikan langsung prosesi penyembelihan sembari mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil di halaman gedung PWI Sumut Parada Harahap Jalan Adinegoro No.4 Medan.

“Penyembelihan hewan kurban ini rutin dilakukan PWI Sumut setiap Idul Adha sebagai wujud kepedulian sosial keluarga besar PWI Sumut,” ujar Hermansjah di sela acara penyembelihan.

Dari lima ekor lembu hewan kurban, satu ekor merupakan kurban Gubsu H Edy Rahmayadi, satu ekor dari Wagubsu H. Musa Rajekshah, satu ekor dari keluarga besar PT. Kurnia Aneka Gemilang, produsen sirup Kurnia, dua ekor lainnya gabungan dari pengurus, anggota PWI Sumut dan beberapa mitra kerja perorangan PWI yakni Ketua Komisi I DPRRI Meutya Hafid, Direktur Direktur SDM dan Umum PTPN IV Rizal H Damanik, Humas PTPN 4 Syahrul Aman Siregar, Rektor UMN Al Washliyah Hardi Mulyono, Pimpinan RSU Permata Bunda dr Rosihan Arbi, Ketua PKB Sumut Ance Selian, Anggota Komisi Informasi (KI) Sumut Drs Eddy Syahputra Sormin M.Si, Ketua SPS Sumut H. Farianda Putra Sinik SE, Tokoh Pers HM Yazid, Sekretaris SPS Sumut Rianto Ahgly, Ketua Pewarta Polrestabes Medan Chairum Lubis, Amrizal, SH dan Hj Suriati Ginting. Sedangkan kambing dua ekor dari PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Cabang Medan/produsen mie instan Indomie, satu ekor kurban Ketua PWI Sumut H. Hermanshah SE dan satu ekor lagi dari Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sumut Drs. Muhammad Syahrir.

Usai disembelih dan dipotong-potong, daging dan tulang yang sudah dipisahkan dibagikan kepada anggota PWI Sumut, warakawuri anggota Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) dan masyarakat lainnya yang berhak menerima. Rel