Tersangka Pencabul Anak Kandung, ZP Alias Tungkik

ASAHAN (suaramahardika.co.id)- Malang benar nasib Bunga, sebut saja begitu, remaja putri berusia 14 tahun warga Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan.

Sudahlah harus mengalami perpisahan kedua orangtuanya sejak 5 tahun terakhir, remaja ini harus rela kehilangan keperawanan, direnggut ayah kandungnya sendiri, berinisial ZP alias Tungkik.

Ditanyai wartawan, usai pres rilis Pengungkapan Kasus, Rabu (29/7/2020) sore di Mapolres Asahan, Tungkik mengaku tidak ingat kapan pertama kali melakukan persetubuhan terhadap putri sulungnya itu.

Pria yang katanya mengalami gangguan pendengaran ini mengaku nekat melakukan perbuatan bejatnya itu dikarenakan keseringan melihat Bunga usai mandi melintas di depannya dengan hanya memakai sehelai handuk dan juga beberapa kali memergoki Bunga berganti baju.

Baca juga : Pelaku Penculikan Anak Dibawah Umur Diringkus Polres Asahan di Pelabuhan Merak

“Lupa kapan, tapi bulan bulan ini juga (pertama kali menyetubuhi). Udah berapa kali kuingatkan jangan lewat pakai handuk kalo habis mandi. Kumarahi juga dia karna berapa kali kuliat ganti baju,” kilah pria berusia 42 tahun ini dengan suara pelan.

“Pertama itu pas dia kuliat cuma pake handuk habis mandi. Kutarik tangannya ke kamar, kumarahi. Tapi entah kenapa tiba-tiba aku nafsu, langsung kutidurkan dan kupegang tangannya, trus kugitukan,” dalih Tungkik dengan raut memelas.

Baca juga : Akhir Juli 2020, Polres Asahan Ringkus 63 Pelaku Perjudian

Lebih mengagetkan, pria yang berprofesi sebagai nelayan ini mengaku sulit untuk menjelaskan apa yang dirasakannya usai menyetubuhi Bunga.

“(Ditanya) puas, ya puas, tapi menyesal juga, susah dijelaskan bang. Kalau gak ketahuan, ya gak tahu juga (bisa menyetubuhi berulang kali). Bunga tinggal samaku, kalau anakku yang dua lagi sama mamaknya,” akhir Tungkik pada wartawan, sebelum dijeblokan ke Sel Mapolres Asahan.

“Kejadian terakhir hari Jumat 24 Juli lalu. Kejadian tersebut diketahui oleh Tante (Adik Ibu,red) korban dan disampaikan kepada tetangganya, trus cerita nya diketahui warga yang lain. Menghindari amukan warga, pelaku ini lantas diamankan di Pos Bagan dan selanjutnya dilaporkan ke kita. Motif awal karena sudah lama berpisah dengan ibu korban. Pengakuan korban, sudah dua kali disetubuhi pelaku,” terang Kapolres Asahan melalui Kasat Reskrim seperti disampaikan Kanit PPA Ipda Rospita Nainggolan ditemui wartawan di ruangannya.ind