Tim Pesantren Darul Mursyid berfhoto bersama usai pengumuman.
Tim Pesantren Darul Mursyid berfhoto bersama usai pengumuman.
Tim Pesantren Darul Mursyid berfhoto bersama usai pengumuman.

TAPSEL (suaramahardika):

Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) yang beralamat di Sidapdap Simanosor, Kabupaten Tapanuli Selatan meraih prestasi spektakuler karena nyaris memborong juara Kontes Literasi Matematis (KLM) 2016, dengan meraih Juara Satu dan Juara Dua masing–masing Raja Akbar dan Fatihatun Nikmah tanggal 22 Oktober 2016 di Gedung Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Medan.

KLM ini diikuti kurang lebih sebanyak 141 orang dari berbagai sekolah Umum terbaik di Sumatera Utara, dan PDM berhasil keluar sebagai sang jawara yakni Juara I dan II. Adapun tema KLM kali ini adalah Peran Pembelajaran Dalam proses Revolusi Mental Bangsa (Mathematics By Change). Demikian disampaikan oleh Akhiruddin Siregar sebagai Guru pendamping tim PDM, , Senin (24/10/2016).

Sementara itu Evi Maida Siregar yang juga merupakan Guru Bidang studi Matematika mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. “KLM kali ini benar-benar memberikan kesan yang sangat mendalam bagi kami. Karena pencapaian PDM dalam event bergengsi ini sangat memuaskan dan spektakuler. Apalagi tahun ini kami berhasil dua posisi teratas yakni Juara 1 dan 2, padahal pesaingnya adalah sekolah terhebat yang ada di Sumut ini. Saya sempat meneteskan air mata bahagia melihat Raja Akbar sebagai Juara Satu dan Fatihatun Nikmah sebagai Juara Dua tersenyum bahagia dengan piala kemenangan ditangannya.” Pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Yusri Lubis mengatakan bahwa kemenangan PDM pada event KLM tahun ini menjadi penambah semangat bagi siswa lainnya untuk mencatatkan prestasinya dalam event-event sains lainnya.

“PDM akan terus mengantarkan siswanya untuk berprestasi dalam event olimpiade sains. Untuk itu PDM dengan segala upaya dan metode pembinaan akan terus dilakukan secara intensif. Bukan hanya fokus pada pembinaan siswanya tapi juga pembinaan pada guru disertai manajemen yang profesional.” Papar Yusri Lubis.

Yusri Lubis juga menambahkan bahwa kedua siswa yang meraih juara satu dan dua tersebut langsung disambut seperti mujahidin(pejuang) yang pulang dari perang fisabilillah. Karena menurutnya jihad dalam konteks kekinian tidak hanya berkutat dalam suasana perang angkat senjata saja. Melainkan dengan meraih prestasi dibidang ilmu pengetahuan juga termasuk jihad yang penting dalam sejarah perkembangan dan peradaban Ilmu sains Islam.

Pada kesempatan yang berbeda Jafar Syahbuddin Ritonga, DBAsebagai Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (YASPENHIR) yang mengelola PDM juga menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang baru diraih. “Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT atas prestasi PDM pada event Olimpiade KLM 2016 ini. Pretasi inisangat penting dalam rangka pencapaian sebagai Pesantren Sains terbaik tahun 2018 nanti.” Katanya.

“Tentu prestasi ini tidak terlepas dari semangat setiap siswa dan semua pembina, pendidik dan pengasuh yang ada di PDM untuk ikut berpartisipasi mengangkat nama Pesantren dan Islam dikancah olimpiade Sains. Target kami adalah bagaimana menjadi yang terbaik dalam prestasi semua event sains. Hal itu memang tidak mudah, tapi kami yakin dengan kerja keras disertai doa yang tulus, kami yakin bahwa kami bisa.”Pungkas Jafar Syahbuddin Ritonga yang juga dosen S.2 di Universitas Harapan Medan ini.

Demikian juga Riana Siregar ibunda dari Jafar Syahbudin Ritonga sebagai Ketua Badan Pendiri Yaspenhir datang langsung ke lokasi acara untuk memberikan dukungan kepada Tim PDM mengatakan bahwa prestasi PDM yang spektakuler ini adalah anugerah Allah SWT. Maka semua warga PDM tidak boleh lupa bersyukur dan terus konsisten berjuang memberikan yang terbaik pada event-event mendatang agar lebih bersinar lagi.(bm-4)