BELAWAN- Generasi muda saat ini dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menghadapi era industri 4.0. Hal itu merupakan upaya agar anak milenial tidak menjadi korban perkembangan teknologi mulai dari korban hoax, kecanduan game, bully hingga pornografi dan perdagangan orang.

“Generasi milenial saat ini tidak bisa lepas dari internet. Oleh karenanya kita berharap agar mereka dapat memanfaatkan internet pada hal positif,seperti menyuarakan hak anak, menampilkan kreativitas mereka dan sebagainya,” ujar Wakil Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Sumut, Lukman saat membuka Pelatihan Internet Sehat dan Aman bagi Anak (Peluang Revolusi Digital bagi Forum Anak) di kelurahan Belawan Bahari, Minggu (1/12019).

Dijelaskan Lukman kegiatan yang diikuti sebanyak 25 orang anak yang berasal dari Forum Anak Belawan Bahari Brilian (Fabrian) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam melindungi diri dalam pemanfaatan internet yang sehat dan aman. Selain itu, diharapkan juga anak dapat meningkatkan kemampuan dalam menggunakan teknologi digital sebagai promosi hak anak, kreativitas anak dan promosi produk dan ekonomi kreatif masyarakat di Belawan Bahari.

Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumut , Lia Anggia Nasution sebagai narasumber mengatakan, pengguna internet dan media sosial di Indonesia yang paling banyak adalah generasi muda dengan usia yang produktif.

“Generasi Z dengan rentang usia 7-21 tahun serta generasi Y dengan rentang usia 22 hingga 36 tahun merupakan pengguna internet yang paling banyak, kalau generasi ini tidak bijak dalam berinternet dan bermedia sosial maka akan berdampak buruk baik bagi perkembangan diri hingga fisiknya,” ujar Anggia.

Padahal dengan perkembangan teknologi, sangat banyak hal positif yang dapat dilakukan generasi muda. Seperti mampu mengeksploasi banyak hal, menemukan cara belajar yang baru, mudah melakukan penyimpanan file, terkoneksi dengan dunia luar, melakukan transaksi online, tersedianya e-book, terjemahan bahasa, penggalangan dana hingga pemasaran produk.

Untuk itu, generasi muda harus melakukan hal BAIK dalam memanfaatkan internet yakni bertanggung jawab, aman, inspiratif dan kreatif. Lebih lanjut dikatakannya, Bertanggung jawab menggunakan internet dan media sosial secara tepat sesuai dengan norma dan etika. Aman dari segala potensi kejahatan dan dampak buruk internet. Inspiratif dengan mendorong penggunaan internet untuk hal yang positif dan kreatif untuk menjadikan internet sebagai wadah menggali potensi kreativitas diri untuk membuat konten positif di media sosial.

“Banyak hal positif yang justru dapat menguntungkan dari penggunaan internet yang aman dan sehat. Generasi muda dapat mengembangkan diri menjadi youtuber, video blogger ataupun menjadi blogger. Ini tidak hanya menjadi wadah untuk mengembangkan kreasi dan daya cipta tapi juga dapat menghasilkan bagi diri,” ujarnya.

Naramsumber lainnya, Kartika dari YAFSI menyebutkan dengan perkembangan industri 4.0 ini, maka generasi muda di Belawan Bahari ini dituntut harus mampu membuat konten positif dan menarik di media sosial untuk mempromosikan keberadaan Belawan Bahari yang merupakan kampung wisata pesisir ramah anak. “Kalian bisa menshare foto dengan caption yang menarik sehingga orang luar mau dan tertarik untuk berkunjung ke sini. Manfaatkanlah internet menjadi wadah promosi lingkungan kalian dengan baik,” terang Kartika.

Dalam kesempatan itu, peserta terlihat antusias terutama ketika peserta juga langsung mendapatkan praktik menggunakan internet yang aman dan sehat. Mulai dari latihan menjadi video blogger, melakukan live streaming hingga latihan menjepret foto dan membuat caption yang menarik tentang lingkungan dan kuliner di kelurahan Belawan Bahari.sm-03