lomba

MEDAN (suaramahardika):  Sebanyak 48 tim peneliti dari puluhan sekolah di Medan, Tebing Tinggi, Toba Samosir, Deli Serdang, Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah ikut ambil bagian dalam Lomba Peneliti Belia Sumatera Utara (LPBSU) 2016.

Ketua Panitia LPBSU 2016, Nining Kartika mengatakan ada tiga bidang lomba yang dinilai dalam kegiatan ini, yakni Life Science, Environment Science dan Campuran (komputer, fisika dan matematika). Kata dia, lomba ini merupakan lomba tahunan yang sudah memasuki tahun keempat. Melalui kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan para siswa akan semakin semangat untuk terus melakukan penelitian.

“Lantaran kegiatan penelitian juga melatih siswa untuk berpikir kritis, kreatif dan bertanggungjawab. Sehingga kedepannya para siswa kita menjadi manusia yang selalu berkeinginan untuk belajar karena keingintahuannya,” ujarnya disela kegiatan LPBSU di Istana Koki, Sabtu (8/10/2016).

Dijelaskan Nining, pelaksanaan LPBSU atas kerjasama Tim Centre for Young Scientists (Surya University) dengan Heartindo. Lomba penelitian ini diikuti siswa usia 13 hingga 19 tahun yakni siswa SMP dan SMA sederajat. Para peserta perlombaan penelitian ini diwajibkan mengikuti seleksi poster terlebih dahulu dengan melakukan tanya jawab antara siswa dengan juri di depan poster masing-masing, setelah lolos pada seleksi poster maka peserta berhak mengikuti seleksi presentasi dihari yang sama. Selanjutnya  pemenang dari LPBSU ini  akan diikutsertakan pada Lomba Peneliti Belia tingkat Nasional 2017, dan apabila lolos tingkat Nasional akan maju ke tingkat Internasional ICYS (International Conference of Young Scientists) atau tingkat Asia Pasifik APCYS (Asia Pasific Conference of Young Scientists).

Melalui kesempatan ini, Nining berharap agar pemerintah daerah turut mendukung penelitian belia. Karena, menurutnya, penelitian merupakan suatu penyelesaian masalah yang menjadi asset daerah. “Jadi saat pelajar sukses dengan penelitiannya, harusnya didukung untuk menyempurnakan penelitian,” terang dia. (bm-2)